jump to navigation

Corsa Maxi : Edisi Pertama Juli 4, 2008

Posted by alfikr in Nasional.
trackback

Pembaca yang budiman…

Kita ketemu di edisi pertama Corsa Maxi nih… Apa sih Corsa Maxi itu? Sengaja sih dibuat kebarat-baratan (dan agak maksa, hehe) padahal kepanjangannya cukup ndeso :-P , yaitu Cari Obrolan Saat Makan Siang. Doain aja, semoga ane konsisten untuk terus menyajikan Corsa Maxi sebagai sarana refreshing :D .

Kali ini, wartawan Corsa Maxi (CM) bergerilya di kantin Fiddarain, tepatnya di belakang kampus Universitas Harapan Bangsa. CM memilih secara acak salah satu mahasiswa yang lagi asyik makan siang. Namanya Akromann (AKR).

CM  : “Assalaamualaikum, mas”

AKR : “Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”

CM  : “Maap nih ganggu, saya wartawan dari Corsa Maxi. Mo ngajak ngobrol-ngobrol sebentar boleh yaa. Siapa tau dapet isu terbaru nih dari kalangan mahasiswa :D

AKR  : “Oh silakan mas, gapapa. Kita-kita juga lagi santai kok :)

CM   : “Anyway busway, ini serombongan mo kemana nih mas? “

AKR : “Justru kita ga jadi kemana-mana mas…”

CM  : “Lho?”

AKR : “Iya, tadinya kita-kita mo ikutan demo tentang harga BBM yang terus naik, tempatnya di alun-alun kota. Tapi ga jadi, karena kita ga sepakat sama materi demonya… :(

CM  : “Kalo boleh tau, emangnya kenapa mas?”

AKR : “Kita termasuk yang milih-milih, ga sekedar ngobral semangat dan emosi saat demo. Kami ga nemu nilai solusi dalam materi demo itu. Yang ada cuma rencana bakar ban dan teriak-teriak minta turunin harga BBM sekaligus memprotes sang pengambil kebijakan.”

CM : “Hmm..maap nih mas… apa maksudnya mas dan teman-teman setuju dengan kenaikan harga BBM?”

AKR : “Bukan begitu mas… kita pun sedih harga BBM terus naik… kita juga sedih karena rakyat kecil kembali menjadi korban… tapi kita juga sedih karena teman-teman mahasiswa yang lain hanya menyalahkan kebijakan yang diambil pemimpin negara dan meminta mereka turun…sangat emosional. Tidak ada hal signifikan yang bisa diusulkan. Memang sih tidak semua demo di nusantara ini punya ciri kayak gini… tapi di sini  begitu mas…makanya kami ga jadi ikutan”

CM : “Menurut mas sebaiknya mahasiswa harus beraksi seperti apa?”

AKR : “Harusnya mahasiswa ga perlu bawa ban bekas untuk dibakar, bagaimana bisa berpikir jernih di tengah kepulan asap yang baunya menyengat? Terkait dengan demo BBM ini, sebaiknya sih mahasiswa mengajak para penguasa untuk berdiskusi dan mengusulkan opsi-opsi lain yang bisa diambil selain menaikkan harga BBM”

CM : “Emangnya mas yakin suara mahasiswa dalam diskusi itu bakal didenger pemerintah?”

AKR : “Ga yakin juga sih. tapi setidaknya itu sudah menunjukkan bahwa mahasiswa sudah menempatkan diri sebagai kaum intelektual, bukan sebagai kaum barbar yang hajar sana-sini.”

CM : “Jadi, Aspek apa yang menurut mas paling penting untuk dimiliki oleh mahasiswa untuk menyalurkan semangat kebangsaannya?”

AKR : “Hehe… malu juga sih ngomongnya, soalnya saya juga masih jauh nih mas sama pendapat saya sendiri. Saya terinspirasi dari pernyataan mantan ketua BEM salah satu universitas di negeri ini. Intinya sih, mahasiswa yang maju ke perjuangan kemanusiaan dan sosial untuk kesejahteraan bangsa ini harus memiliki tujuan yang jelas. Ia harus mengerti apa yang ingin ia raih dan tahu apa saja langkah-langkah apa yang harus ia tempuh untuk meraihnya. Jadi, jangan sampe sekedar ikut-ikutan dan ngeramein doang, terus ikut rusuh lagi.. ampuun deh”

CM : “Kalo menurut mas, apakah unjuk rasa mahasiswa sebagai tanda kepedulian mahasiswa kepada bangsanya. Kalo dengan kata lain, apakah mahasiswa yg males demo itu adalah mahasiswa yang ga peduli dengan bangsanya?”

AKR : “Hmm..menurut saya sih ga bisa dipukul rata gitu mas.. ikut demo atau nggak, ga secara langsung jadi parameter tingkat kepedulian seorang mahasiswa. Yang paling penting, kalo menurut saya, justru adalah apa yang diperbuat oleh para mahasiswa setelah lulus kuliah. Pasca lulus kuliah adalah medan untuk membuktikan semua idealisme yang mereka koar-koarkan ketika masih beraktivitas di kampus. Saat itulah komitmen dan keistiqamahan para mahasiswa mulai diuji. Tidak akan ada artinya idealisme semasa kuliah jika hanya menjadi buih yang hilang tersapu derasnya ombak lautan kehidupan setelah selembar ijazah berada di genggaman.”

CM : “Hmm… supakat mas. btw, puitis juga rekan kita yang satu ini, hehe. Ok deh mas, terimakasih atas waktunya. Silakan diterusin maksi-nya, saya mo nerusin nguber opini-opini dari orang-orang yang bersemangat seperti mas.”

AKR : “Sama-sama mas :)

Komentar»

1. Si Melon - Juli 4, 2008

Wah, dah beralih profesi jadi wartawan ya, Fik?

2. alfikr - Juli 7, 2008

Masih setia sama IT kok gal, hehe..

3. warastuti - Oktober 31, 2008

O.ada ya media Corsa Maxi=D

Terbitnya tiap berapa pekan, Pak?:p

4. ika - Nopember 3, 2008

Fikri, temennya Yuti..

Ko ada yg aneh ya?

*Perasaan gw udah komen di sini deh. Ko ga ada ya. (Waa..di-reject ni kayanya)