Apa yang kita butuhkan
adalah kepercayaan
Apa yang jangan pernah terlintas
adalah ketakutan yang tak bertuan
Ketika yakinmu luruh berderai
langkahku sontak menderu
mematung terdiam di jalan ini
mencari cahaya dalam temaram
kala mendung pun hilang berganti



8 tanggapan kepada “Targhib wa Tarhib”
burunk
Mei 12th, 2008 pada 06:43
“mematung terdiam di jalan ini
mencari cahaya dalam temaram
kala mendung pun hilang berganti”
biasa di daerah mana neh mematung terdiamnya?
hehehe…
didi
Mei 15th, 2008 pada 13:57
Kala “ketidakpercayaan, ketakutan, ketidakyakinan” datang apa kita hanya “mematung terdiam di jalan ini”.
(ketika itu tak terhindarkan lagi).
alfikr
Mei 18th, 2008 pada 01:07
Kita tidak boleh diam saja, ketika “ketidakpercayaan, ketakutan, ketidakyakinan” datang, kita harus terus “mencari cahaya” meskipun mungkin dalam kondisi yang “temaram”
Andik Taufiq
Mei 22nd, 2008 pada 13:27
Targhib wa Tarhib itu definisi harfiahnya apa Fik??
Uchan
Juni 22nd, 2008 pada 09:23
Seringkali Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan
tetapi Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan
Nyambung ga ya …?
Illegality
Juni 23rd, 2008 pada 03:57
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Illegality!
Syeeddath
Juni 28th, 2008 pada 12:39
Kepercayaan.. “Ketakutan” hmm.. adakalanya menjadi hal yg benar2 taghrib wa tahrib.
arRa II
September 24th, 2008 pada 19:19
Istiqomah yakinku!, dalam pencarian..meskipun malam gelap menyekat hakikatnya adalah terpijak di jalan cahayaMu..