Sekuntum Mawar Untukmu Maret 17, 2008
Posted by alfikr in Tentang Cinta.trackback
Aduhai indah nian, ya Allah, mawar yang Engkau hadiahkan untukku. Ia lah permata hatiku, yang menebar sejuk dan harum ke segara penjuru hati hamba. Merah mahkotanya adalah cinta kasih-Mu. Hijau segar kelopaknya adalah kekuatan-Mu untuk diri yang lemah ini. Untai tangkai berdurinya adalah ujian keimananku agar tak pernah sedetik pun berpaling, mencari pengganti Diri-Mu. Aromanya adalah terapi jiwaku yang ingin selalu bersandar pada-Mu, bergantung pada kuasa dan kehendak agung-Mu…
Mawar ini adalah bukti betapa sayang-Mu pada hamba; lebih luas dari alam semesta-Mu; lebih dalam dari samudera biru-Mu; lebih lembut dari sutera surga-Mu; lebih kokoh dari langit dan bumi-Mu. Betapa elok rupanya, membuat mata zhahir dan bathin hamba tak kuasa menahan haru. Air mata cinta mengalir, menyejukkan wajah dan hatiku, saat kunikmati keindahannya. Saat sendiri di tengah malam, saat terbina dalam ukhuwah, adalah saat saat terindah…ketika sang mawar mekar bersemi…menebar harum yang terus mewangi…
Engkau telah tetapkan ya Allah. Mawarku juga untuk hamba-Mu, teman hidupku. Saat ini, hanya Engkau yang Maha Tahu rahasia itu. Kepada siapa kurangkaikan mawar terindah ini, agar terjalin dua kuntumnya di dua hati yang bersatu selamanya; agar sempurna jalan yang harus ditempuh dalam kemuliaan agama-Mu; agar tentramnya selalu bercahaya di sepanjang jalan menuju ridha-Mu.
Terkadang hati ini gundah dan tak sabar menunggu. Saat itulah sejatinya, Engkau menguji kesetiaanku pada-Mu. Saat itu pula, musuhku yang paling nyata menertawakan kelemahanku; saat tanpa sadar, kaki ini melangkah menjauh dari-Mu; saat tanpa sadar, hati ini berharap pada makhluk-Mu, bukan pada-Mu. Ampuni hamba, ya Allah. Sungguh, hamba tidak tahu, sedang Engkau Mengetahui segalanya. Engkau mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu.
Aku hanya bisa mengerahkan ikhtiar dan menghulurkan doa. Harap dan cemas berpadu, tunduk di bawah kebesaran-Mu. Rabbii, aku tak berharap kesempurnaan, tetapi hamba merindukan harmoni yang selalu menggubah nada-nada cinta-Mu, di dalam mahligai mawar yang terangkai indah. Rabbii, aku tak mau melayang dalam angan yang panjang. Karenanya, hamba memohon kekuatan dan ketegaran agar terjaga dalam kekhusyukan, membara dalam persiapan jiwa dan raga, menanti hari yang tak pernah dilupakan. Itulah hari, saat hamba mengucapkan dan Engkau pun menyaksikan : “Sekuntum mawar ini kurangkaikan untukmu, teman sejatiku…”
Tak do’ain moga cepet2 dapet mawarnya ya mas.
Tapi yang cepet menurut kita blom tentu cepet menurut Allah lho (sambil menasehati diri sendiri….hehehe).
Tapi klo aq boleh ngasi saran nih, mas kan laki2, mending berbakti dulu ma ortu, la wong aq ja yang ce pengen berbakti dulu kok ma ortu.
Kecuali klo ortunya juga ngejar2 bwt cepet nikah or memang dah terdesak (scr syar’i, btw tiap orang beda2).
Maaf ya sbelumnya.
Kept spirit.
Eh ya yang penting kelupaan.
Berjuang d jalan Allah.
“Sekuntum mawar ini kurangkaikan untukmu, teman sejatiku…” cie…….. buat sapa tuh mawar nya bro?
to burunk :
buat teman sejati
jadi inget tulisan yang ini…”karena mawar bukanlah melati”..
didoain deh moga mawarnya cepet dipetik dan ketemu temen sejatinya
Hola Fikri,
maknanya dalam
thanks
imamPrakoso
turut mendoakan juga
, kang fikri gimana kabarnya? pasti sudah lupa siapa saya
to jampasir :
masih inget kok
, ini kan hakiem IF 03. alhamdulillah kabarku baik
Semoga segera menemukan mawar yang tepat di waktu yang tepat …
Tampaknya bakaln ada undangan dan traktiran nih …
Bunga Mawar Berduri Atau Duri Berbunga Mawar…?
Selamat dan bergembiralah my bro karena duri pun memiliki bunga mawar yang indah!
cuit cuit, ditunggu undangannya kak hihihi…
-ratih-
–kunjungan balik :p
kan yang tua yang duluan kak
, jadi ditunggu yah tanggal baiknya hehehe..
hohoho..
semoga dimudahkan pada tanggal,hari,tempat dan kejadian yang baik..
amin
subhanallah, romantis sekali……saya semakin merasa betapa berartinya diri ini buat suami saya…makasih ya kang! ditunggu kabar gembiranya nih… oh, ya salam dari suami dan ponakan akang yang cantik !
Godot* saja setia menunggu, masa kan kita-kita yang beriman tak sanggup…:)
*Waiting for Godot, Samuel Beckett
eh salah..salah.. Godot itu yg ditunggu ding.
….:)…..
smangat fik…..!!!
mau dilanjutkan???
sudah dilanjutkan insya Allah…
efi dah nulis lagi kak….
http://eksplorasibumi.blogspot.com/2009/01/segmentasi-biru-awal-2009.html
kunjung—-
salam untuk Sang Mawar hari ini…