Aduhai indah nian, ya Allah, mawar yang Engkau hadiahkan untukku. Ia lah permata hatiku, yang menebar sejuk dan harum ke segara penjuru hati hamba. Merah mahkotanya adalah cinta kasih-Mu. Hijau segar kelopaknya adalah kekuatan-Mu untuk diri yang lemah ini. Untai tangkai berdurinya adalah ujian keimananku agar tak pernah sedetik pun berpaling, mencari pengganti Diri-Mu. Aromanya adalah terapi jiwaku yang ingin selalu bersandar pada-Mu, bergantung pada kuasa dan kehendak agung-Mu…
Mawar ini adalah bukti betapa sayang-Mu pada hamba; lebih luas dari alam semesta-Mu; lebih dalam dari samudera biru-Mu; lebih lembut dari sutera surga-Mu; lebih kokoh dari langit dan bumi-Mu. Betapa elok rupanya, membuat mata zhahir dan bathin hamba tak kuasa menahan haru. Air mata cinta mengalir, menyejukkan wajah dan hatiku, saat kunikmati keindahannya. Saat sendiri di tengah malam, saat terbina dalam ukhuwah, adalah saat saat terindah…ketika sang mawar mekar bersemi…menebar harum yang terus mewangi…
Engkau telah tetapkan ya Allah. Mawarku juga untuk hamba-Mu, teman hidupku. Saat ini, hanya Engkau yang Maha Tahu rahasia itu. Kepada siapa kurangkaikan mawar terindah ini, agar terjalin dua kuntumnya di dua hati yang bersatu selamanya; agar sempurna jalan yang harus ditempuh dalam kemuliaan agama-Mu; agar tentramnya selalu bercahaya di sepanjang jalan menuju ridha-Mu.
Terkadang hati ini gundah dan tak sabar menunggu. Saat itulah sejatinya, Engkau menguji kesetiaanku pada-Mu. Saat itu pula, musuhku yang paling nyata menertawakan kelemahanku; saat tanpa sadar, kaki ini melangkah menjauh dari-Mu; saat tanpa sadar, hati ini berharap pada makhluk-Mu, bukan pada-Mu. Ampuni hamba, ya Allah. Sungguh, hamba tidak tahu, sedang Engkau Mengetahui segalanya. Engkau mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu.
Aku hanya bisa mengerahkan ikhtiar dan menghulurkan doa. Harap dan cemas berpadu, tunduk di bawah kebesaran-Mu. Rabbii, aku tak berharap kesempurnaan, tetapi hamba merindukan harmoni yang selalu menggubah nada-nada cinta-Mu, di dalam mahligai mawar yang terangkai indah. Rabbii, aku tak mau melayang dalam angan yang panjang. Karenanya, hamba memohon kekuatan dan ketegaran agar terjaga dalam kekhusyukan, membara dalam persiapan jiwa dan raga, menanti hari yang tak pernah dilupakan. Itulah hari, saat hamba mengucapkan dan Engkau pun menyaksikan : “Sekuntum mawar ini kurangkaikan untukmu, teman sejatiku…”



19 tanggapan kepada “Sekuntum Mawar Untukmu”
didi
Maret 17th, 2008 pada 10:41
Tak do’ain moga cepet2 dapet mawarnya ya mas.
Tapi yang cepet menurut kita blom tentu cepet menurut Allah lho (sambil menasehati diri sendiri….hehehe).
Tapi klo aq boleh ngasi saran nih, mas kan laki2, mending berbakti dulu ma ortu, la wong aq ja yang ce pengen berbakti dulu kok ma ortu.
Kecuali klo ortunya juga ngejar2 bwt cepet nikah or memang dah terdesak (scr syar’i, btw tiap orang beda2).
Maaf ya sbelumnya.
Kept spirit.
didi
Maret 17th, 2008 pada 10:43
Eh ya yang penting kelupaan.
Berjuang d jalan Allah.
burunk
Maret 19th, 2008 pada 10:14
“Sekuntum mawar ini kurangkaikan untukmu, teman sejatiku…” cie…….. buat sapa tuh mawar nya bro?
alfikr
Maret 19th, 2008 pada 10:22
to burunk :
buat teman sejati
syeeddath
Maret 21st, 2008 pada 06:42
jadi inget tulisan yang ini…”karena mawar bukanlah melati”..
fe
Maret 22nd, 2008 pada 10:35
didoain deh moga mawarnya cepet dipetik dan ketemu temen sejatinya
imamprakoso
Maret 23rd, 2008 pada 00:38
Hola Fikri,
maknanya dalam
thanks
imamPrakoso
jampasir
Maret 26th, 2008 pada 00:32
turut mendoakan juga
, kang fikri gimana kabarnya? pasti sudah lupa siapa saya
alfikr
Maret 26th, 2008 pada 12:20
to jampasir :
masih inget kok
, ini kan hakiem IF 03. alhamdulillah kabarku baik
uchan
Maret 30th, 2008 pada 08:08
Semoga segera menemukan mawar yang tepat di waktu yang tepat …
Tampaknya bakaln ada undangan dan traktiran nih …
burunk
April 1st, 2008 pada 07:39
Bunga Mawar Berduri Atau Duri Berbunga Mawar…?
Selamat dan bergembiralah my bro karena duri pun memiliki bunga mawar yang indah!
curhatanku
Agustus 28th, 2008 pada 03:11
cuit cuit, ditunggu undangannya kak hihihi…
-ratih-
curhatanku
September 1st, 2008 pada 01:19
–kunjungan balik :p
kan yang tua yang duluan kak
, jadi ditunggu yah tanggal baiknya hehehe..
maskarina
September 10th, 2008 pada 21:42
hohoho..
semoga dimudahkan pada tanggal,hari,tempat dan kejadian yang baik..
amin
ulfa
Oktober 24th, 2008 pada 10:48
subhanallah, romantis sekali……saya semakin merasa betapa berartinya diri ini buat suami saya…makasih ya kang! ditunggu kabar gembiranya nih… oh, ya salam dari suami dan ponakan akang yang cantik !
warastuti
Oktober 31st, 2008 pada 04:34
Godot* saja setia menunggu, masa kan kita-kita yang beriman tak sanggup…:)
*Waiting for Godot, Samuel Beckett
ika
November 6th, 2008 pada 05:11
eh salah..salah.. Godot itu yg ditunggu ding.
ajeng maharani
November 20th, 2008 pada 09:50
….:)…..
smangat fik…..!!!
ephy
Januari 23rd, 2009 pada 09:56
mau dilanjutkan???
sudah dilanjutkan insya Allah…
efi dah nulis lagi kak….
http://eksplorasibumi.blogspot.com/2009/01/segmentasi-biru-awal-2009.html
kunjung—-
salam untuk Sang Mawar hari ini…