jump to navigation

Satu Sisi Bahagia Januari 24, 2008

Posted by alfikr in Inspirasi, Tentang Cinta.
3 comments

Seorang gadis terduduk lesu. Pandangannya kosong. Wajahnya masam. Sama sekali tak terlukis di raut mukanya setitik pun tanda kegembiraan. Kekecewaan dan kesedihan; sepertinya dua hal ini yang menguasai jiwa dan raganya. Semua itu tergambar ketika siapa pun memandangnya. Perasaan iba-lah yang sontak muncul dalam kalbu orang-orang di sekitarnya begitu melihat keadaannya yang kontras dengan hiruk pikuk keramaian suasana.

Dari jauh terlihat bayangan sesosok pemuda yang lama kelamaan semakin jelas dicerna mata. Pemuda perjaka yang masih hijau itu berjalan dengan mantap mendekati si gadis. Tanpa ba-bi-bu, ia langsung duduk tepat lima sentimeter di sebelah kanan si gadis. Tangannnya segera melingkar di atas bahu si gadis seakan menjadi bantal ketenangan perempuan yang bermuram durja itu. Si gadis terkejut dan segera menoleh. Air matanya tiba-tiba saja menderas dan tanpa ba-bi-bu pula, ia meletakkan kepalanya di bahu pemuda. Tak lama kemudian, percakapan yang diwarnai isak tangis si gadis terjadi di antara sepasang anak manusia itu. Si gadis memuntahkan semua uneg-unegnya, menceritakan semua masalah yang menghimpit hati dan pikirannya, dan mengadukan segala beban yang memberati pundaknya. Sang pemuda begitu hikmat dan setia mendengarkan setiap patah kata yang meluncur dari mulut si gadis. Sesekali ia tersenyum, seakan berusaha menenangkan hati si gadis dan meredam kegelisahannya
                                                                    
                                                                     **

Dua jam telah berselang sejak si gadis dan sang pemuda membuka forum curhat. Tangisan si gadis kini tak terdengar lagi. Sungai air matanya telah mengering dipanasi sinar mentari Zhuhur yang semakin terik. Pasangan remaja itu akhirnya beranjak dari tempat duduknya. Keduanya berjalan bersama, menembus kerumunan orang-orang, hingga akhirnya lenyap ditelan keramaian.

Nah, bagaimana, ya, keadaan si gadis sekarang? (lagi…)