Karena Mawar Bukanlah Melati
Allifandra merenungi dirinya sendiri. Dalam sendirinya, ia mencoba menghamparkan segenap alpa yang telah dibuatnya hari ini. Tiba-tiba butir air bercahaya bagai kristal di pelupuk matanya. Suara ratapnya memecah suasana Isya dan kebekuan air matanya . Tiada sungai air mata, tetapi sungai-sungai tanya mengalir deras di hatinya. Ribuan kubik kata “mengapa” menjadi arus yang mencari hilir [...]


